Pelapisan sosial dan kesamaan derajat ilmu sosial dasar

contoh piramida pelapisan sosial

Pelapisan sosial yang ane tau pelapisan sosial itu adalah penggolongan tingkatan tingkatan di dalam masyarakat mulai dari masyarakat kelas bawah sampe ke atas, contohnya yaaaa…… dari orang yang kaya sampai yang miskin, orang yang berkuasa dan orang yang dikuasai (ambigu :mrgreen:) dan lain lain, yaaah you know lah.

kesamaan derajat, tidak memandang ras :)

nah untuk kesamaan derajat itu yaaa pada setiap manusia itu adalah kesetaraan atau kesamaan derajat yang di miliki oleh setiap manusia didalam hidupnya, pada dasarnya pula manusia dari sejak lahir dibumi memiliki hak yang sama, hak itu dinamakan Universal Declaration of Human Right.  Hak itu menjelaskan pula bahwa manusia yang sejak lahir dibumi memiliki hak untuk hidup. Selain itu manusia juga mempunyai kesamaan atau kesetaraan derajat yang sama di hadapan hukum tanpa harus membeda-bedakan dari sudut ekonomi sosial, jadi setiap orang berhak mendapatkan perlindungan atau hukuman yang adil di dalam hadapan hukum indonesia.  Bukankah Allah SWT menganggap setiap manusia itu sama kedudukannya ? dan Dia hanya melihat dari sisi iman dan taqwanya :D

sekian dari saya,

di-like sama komen ya mzbro, tugas kuliah nih –“

About these ads

Tentang vixionr15 (ˆ⌣ˆ‎​​​​)┌П┐,

mahasiswa IT yang kesehariannya naik KRL bojonggede-pondok cina
Tulisan ini dipublikasikan di Tugas Kuliah dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Pelapisan sosial dan kesamaan derajat ilmu sosial dasar

  1. Aa Ikhwan berkata:

    sip ajib,..lanjuut :D

  2. Beli Viar Lebih Untung…!!
    Analogi perbandingan harga jual kembali motor Viar dibandingkan dengan motor pabrikan lain

    Membeli Viar adalah Investasi yang sangat tepat..!!,tidak percaya?,mari kita hitung hitungan

    Beli Motor Viar Star Z,Harga OTR = Rp.8.200.000,setelah dipakai 3 Tahun,harga Jual kembali dapat mencapai 5,5 juta,harga terendah 4,5 juta,kita ambil yang kerugian terbesar menjadi kerugian yg diderita adalah 4,5juta

    bandingkan dengan apabila Anda mengambil Investasi motor pabrikan merk lain
    harga OTR nya Rp.15.500.000,setelah dipakai 3 Tahun Harga Yang diterima Showroom Motor Bekas paling tinggi adalah Rp 9 juta,kalau kondisi motor tersebut kurang baik bisa saja hanya dihargai Rp 7 juta,maklum harga part orisinil motor ini tergolong mahal

    Kerugian Investasi = Rp. 15.500.000 – Rp. 8.000.000 = Rp. 7.000.000

    dari sini jelas sekali bukan lebih besar mana kerugian yg diderita oleh konsumen akibat depresiasi harga jual motor..!??

    apabila kondisi itu diterapkan ke Motor Viar Star Z yg OTR nya hanya Rp 8.200.000 maka Motor Viar hanya dihargai Rp 1.200.000,tentu sangat tidak logis dan tidak masuk akal sebuah motor hanya dihargai dengah harga seperti itu,Konsumen pun berhak marah apabila motor nya ditawar oleh showroom dgn harga 1,2 juta saja…!,tentu keadaan tsb tidak logis diterapkan untuk motor Viar

    belum ditambah kerugian akibat borosnya penggunaan BBM,penggunaan BBM motor ini 3x lipat lebih boros dibanding motor Viar,maklum Motor ini memiliki cc diatas 120 ,apabila Anda mengisi Bensin motor Viar Rp 20.000 per minggu / Rp 80.000 per bulan,maka anda harus mengeluarkan Rp 240.000 perbulan,kerugian bertambah menjadi Rp 160.000 belum ditambah mahalnya Pajak Kendaraan Bermotor karena motor ini mengusung CC yg sangat tinggi

    Perincian Kerugian motor Merk lain
    Depresiasi harga Jual : Rp. 7.000.000
    Pemborosan BBM : Rp. 160.000 x 12 bulan x 3 tahun = Rp 5.760.000
    Mahalnya Pajak : Rp. 50.000 x 3 Tahun = Rp. 150.000
    Mahalnya Service & Spare Part : Rp. 250.000 x 3 Tahun = Rp. 750.000

    Kerugian = 7.000.000 + 5.760.000 + 150.000 + 750.000
    Total Kerugian Selama 3 Tahun = Rp 13.660.000
    Kerugian Perbulan = Rp. 13.660.000 / 36 bulan = Rp 379.000

    BAYANGKAN…!!!,dengan kerugian perbulan yg hampir mencapai Rp. 400.000,dengan kerugian sebesar itu anda bahkan dapat mencicil Motor Viar Star Z yg cicilannya hanya 300 ribuan per bulan

    SEGERA Tinggalkanlah motor Boros dan Tidak Ekonomis seperti itu,sudah saatnya Kita dapat berhidup Hemat namun tetap Trendy!

  3. apriantoblog berkata:

    sebenernya budaya orang indonesia sendiri uda menghargai kesamaan derajad dan saling menghormati loh mas, sejak peradaban animisme dinanisme, lalu muncul peradaban hindu yang memberikan kasta kasta serta kelas kelas seseorang, tetapi tetap tidak seekstrim di negara asalnya, begitu pula saat peradaban budha masuk, peradaban terdahulu, dari animisme, dinamisme, serta hindu tetap dapat menerimanya, bahkan terbentuk struktur saling menghormati yang kompleks, saat itu terjadilah kerajaan2 budha dan hindu, di mana rajanya tidak seekstrem dan sekejam raja raja di eropa, mereka lebih merakyat dan bagaikan seorang tetua di lingkup kerajaan itu sendiri,

    waktu islam masuk, tetap saja bisa di terima oleh para raja raja dari lapisan hindu, budha, dan akhirnya menjadi suatu bentuk masyarakat unik, hingga peradaban kristen-prostestan menambah nilai tersendiri, sehingga agama agama serta kepercayaan di indonesia sangat terjaga dengan baik

    tapi selama 350 tahun, indonesia dalam jajahan eropa, di mana mereka mengaplikasikan devide at impera, persatuan dan kesatuan ini mulai di pecah belah, di adu domba secara terus menerus, karena memang kebudayaan, kearifan lokal, serta kebersamaan orang indonesia, saat itu bernama nusantara, sangatlah kuat,

    butuh lebih dari 350 tahun loh mas bro untuk pecah pecahin masyarakat kita, dulu dalam bahasa, ga ada tata bahasa yang ngatur kesopanan, jadi sama kaya bahasa indonesia moderen, di suku mana aja, makan ya makan (ga adaperubahan kalimat demi makna yang sama tapi tujuan orang berbeda), nah di sini kompeni merasuki selama 350 tahun untuk ngeracunin beberapa pengayom untuk menjadi seorang diktaktor yang lembut dan baik, yah ujung ujungnya, budaya pemimpinan yang punya akuasa bukan hukum yang punya kuasa mulai tumbuh seperti kerajaan kerajaan eropa, menaikan egoisme sesama bangsa, adu domba semakin gampang, ujung ujungnya, banyak lawakan, ejekan yang berbau SARA, yah kalo ada temen yang beda sedikit aja, pasti uda buat bahan olok olokan sekarang, karena apa? mentalitas bangsa indonesia uda 350 tahun bahkan lebih dari 400 tahun uda di cuci otak

    di rasuki oleh doktrion doktrin feodal, doktrin doktrin penempatan seorang yang lebih tinggi sebagai seorang yang harus di sembah,padahal dahulu, orang yang lebih tinggi di anggap pengayom bukan sesembahan, dan paling penting dalam pemulusan sejarah tersebut banyak pemalsuan sejarah, mulai dari bahasa asli suatu suku yang di kaburkan, budaya asli suatu suku yang di belokan seolah tengelam di muka bumi

    yah, indonesia uda di ambang arus globalisasi, dan bangsanya sendiri gagal memegang kearifan lokal dan di tukar dengan kearifan terapan jaman penjajahan yang sekarangpun sudah terkikis sama kearifan global

    bayangkan aja, baju kita pertama putih, terus secara perlahan di ubah warnanya menjadi merah, lalu di rubah lagi menjadi hitam

    maka warna merah masih di ingat, tapi warna putih?

  4. Ping balik: Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat « firmanhendrad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s